Postingan

Menampilkan postingan dengan label Review

Sebelas Tahun yang Akan Datang, Akan Saya Nina Bobokan Anak Saya dengan Lagu-Lagu Frau

Tadi siang di kantor, saya baru tahu kalau album baru Leilani Hermiasih dan Oskar jadi dilaunch 19 Agustus 2013--penggemar macam apa saya ini. Malamnya setelah lembur sedikit, saya langsung mampir ke Twitter yang lalu menghubungkan saya ke info dari sebuah radio yang menghubungkan saya lagi ke Yes No Wave, dan saya jejingkrakan. Versi bebas unduhnya sudah ada! Tadi sih saya memang hanya mengunduh album, tapi deg-degannya seperti sedang menunggu esai yang sedang dibaca tim juri. Saya hanya mengklik 'play in winamp' tapi antusiasmenya seperti mau dapat beasiswa ke Alberta. Yah, namanya juga penikmat garis keras. Lalu saya jalan-jalan. Sendirian saja. Sambil memejamkan mata. Something More seperti pintu. Sepertinya saya baru keluar dari rumah yang saya huni sejak 2008 bernama Starlit Carousel, yang pintu keluarnya berhadapan langsung dengan pintu masuk rumah tetangga yang masih sangat baru, namanya Happy Coda . Interior ruang tamu si rumah begitu berbeda, tapi saya tidak kag...

Apel Adam

Gambar
Dear pembaca (kalau ada yang baca), saya sedang bermaksud membuat postingan dengan subjektifitas berlebihan pada sebuah kelompok seniman yang menyebut diri mereka Melancholic Bitch. Entah ini postingan saya yang keberapa tentang Melbi. Mohon jangan lempari saya dengan tomat kalau pembaca sekalian bosan. Dengan apel saja, ya.  Jadi, ini dia, namanya Apel Adam . Bukan jakun. Ini semacam narasi berbalut musik dari album Balada Joni dan Susi, yang ketika didengarkan membuat kita membayangkan Joni yang tengah berlari menghidari massa, membuat kita ingin memeluk Susi yang sedang sakit dan bikin kita pengin injek-injek pemerintah pakai gajah dan buldozer. Saya iri sekali dengan Lani alias Frau (memangnya saya siapa?) yang bisa mengawinkan pita suaranya dengan Ugo pada malam konser Keracunan Ingatan tahun lalu yang justru membuat lagunya jadi semakin menyayat-nyayat. Dan, ya ampun, betapa seksinya suara Ugo di sini!

Keracunan yang Bikin Kecanduan

Gambar
Ketika hentakan intro yang familiar itu dimulai, penonton serentak bangkit dan berjingkrakan di depan panggung pendek itu. Mars Penyembah Berhala benar-benar pembius! Kali ini tak hanya Ugo dan kawan-kawan yang kesurupan, namun seisi Langgeng. Lirik demi lirik meluncur deras seperti terbiasa diucapkan setiap hari. Saya yang duduk lesehan di atas rumput di deret paling belakang taman kecil terbuka di Langgeng Art, yang sepanjang sesi pertama dan kedua menikmati dengan manis lagu-lagu yang saya sudah hapal betul liriknya, di sesi akhir ini seperti tertarik gravitasi kuat untuk melonjak berdiri,  dan sejurus kemudian tak sadar sudah berjingkrak-jingkrak di tengah kerumunan. Puas. Puas sekali, antusias, meletup-letup sekaligus merasa kehilangan. Se-gado-gado itulah perasaan yang terlintas setelah hadir langsung di Langgeng Art Foundation 27 Juli lalu, menyaksikan sekumpulan seniman yang sedang bermusik yang menamai diri mereka Melancholic Bitch. Sebabnya, in...

Layang-Layang Sutera

Gambar
Aku tak mau menyebut ini resensi. Ini hanya luapan perasaan yang memang harus dikeluarkan setelah menyelesaikan 158 halaman buku (aku tak punya istilah yang cocok untuk jenis buku macam ini, jurnal semi-novel mungkin?) yang ditulis sahabatku, Anggi Lean Sari. Selalu, butuh waktu yang tidak sedikit bagiku untuk menyelesaikan sebuah novel atau buku, fiksi atau non-fiksi. Entah baik atau tidak, aku punya kebiasaan menunggu waktu yang tepat, posisi yang nyaman dan mood yang baik untuk mulai membaca--dan itu tidak terjadi setiap saat. Selain itu, menyelesaikan satu bab saja bisa menghabiskan waktu berjam-jam. Aku mencerna setiap kalimat sampai puas, bahkan terkadang ada dialog yang tempo dan pengucapannya jelas tergambar di kepalaku, hingga aku sering bersuara tanpa disadari untuk menyelesaikan pemahaman yang kutakutkan akan ambigu. Dan sering--bahkan hampir selalu--aku membolak balik halaman untuk mencari dialog atau kalimat yang ada hubungannya dengan halaman yang sedang kubaca...

The Battle of Algiers (1966)

Gambar
Contentious Politics atau dalam beberapa tulisan diterjemahkan sebagai Politik Perseteruan, pada dasarnya merupakan cara atau usaha kolektif untuk memperoleh posisi tawar yang lebih baik dibanding lawan politiknya. Bisa juga dikatakan sebagai teknik yang merujuk terhadap fenomena-fenomena pergerakan yang sering disertai kekerasan untuk tujuan-tujuan tertentu, lebih kepada upaya menuntut perubahan terhadap tekanan dan dominasi. Ada banyak kasus di berbagai belahan dunia yang menunjukkan bahwa politik seteru bukan sekedar hasil riset di atas kertas, namun benar dapat ditemukan dengan berbagai variasi dan berbagai hasil. Contoh paling dekat adalah Indonesia. Namun saya belum akan membahas Indonesia. Pada awal masa kuliah saya pernah menonton film satu ini, dokumentasi fiksi berdasarkan kisah nyata tentang pemberontakan masyarakat Aljazair menuju kemerdekaan, The Battle of Algiers. Film ini disutradarai oleh Gillo Pontecorvo dan masuk ke dalam peringkat 120 besar dari penghargaan 500 ...

Mr and Mrs Masterpiece

Gambar
Belum pernah aku keranjingan pada satu musisi untuk waktu yang lama. Tapi tidak untuk kasus satu ini. Sejak 2009 hingga sekarang, Mesin Penenun Hujan sudah melekat di jaringan otakku. Kini belum hilang demam gara-gara tenun-tenunan hujan, pertengahan tahun 2010 aku menemukan satu album penuh dari komputer di sekretariat LPPM Sintesa yang selanjutnya menjadi teman setiaku mengerjakan tugas, deadline, mendampingi melamun bahkan tidur. Starlit Carousel. Indah, Langka, Penuh Kejutan. Frau --leburan dari Leilani Hermiasih dan Oscar, sang piano elektrik--pertama kali aku temukan lewat pacarku yang juga musisi Indie. Komentarnya singkat saja: "Hah, baru tau Frau? Ckckck.." Wah aku merasa kuper betul waktu itu, padahal dalam kurun waktu satu tahun tinggal di Yogyakarta, aku sudah merasa wawasan musikku cukup meningkat. Ternyata memang kota yang kudiami ini begitu kaya akan musisi-musisi luar biasa. Semakin dalam aku melihat, semakin banyak yang kutemukan, semakin aku ge...